Sunday, 3 August 2014

ACM ICPC 2014 World Final - Ekaterinburg (Bagian 2)

Pastikan Anda membaca juga bagian 1.

Hari 4

Saya bangun jam 5.30 pagi, lalu ke kamar Ashar untuk merencanakan sarapan. Masalahnya adalah kita harus berangkat jam 7.30 dari stasiun kereta untuk ke airport, padahal sarapan baru disediakan jam 7.30. Akhirnya kita minum/makan energen dan sozzis yang Ashar bawa. Setelah itu kita berberes-beres, dan langsung menuju ke stasiun kereta.

Kereta di Moscow ke bandara

Sepanjang perjalanan saya menikmati "boing-boing" untuk bermain ICPC quest. Selanjutnya kita tiba di airport, lalu naik pesawat Aeroflot ke Ekaterinburg. Sepanjang penerbangan, saya tidur. Baru bangun ketika hendak disediakan makan siang yang cukup mengenyangkan. Oh ya, nama pramugarinya "Ekaterina". Kami tiba di Ekaterinburg jam 14.00, dan langsung disambut panitia ICPC dengan ramah. Kita diarahkan untuk pergi ke hotel dengan bus.

Spanduk di bandara Ekaterinburg

Sepanjang di bus, ada panitia yang menceritakan tentang hal-hal penting di Ekaterinburg, seperti sejarah, transportasi, tempat yang menyenangkan, dsb. Kemudian saat dia memberi kesempatan untuk ditanya, saya bertanya "kapan matahari terbenam?". Jawabannya adalah "saya tidak terlalu yakin, rasanya tidak akan tenggelam". Begitu mendengar itu, saya langsung kaget, kalau kata Aji night doesn't even exist here.... Ternyata tanggal 22 Juni ini kebetulan adalah summer soltice, waktu siang terpanjang pada musim panas. Tidak heran jika seharian matahari tidak akan tenggelam.

Sesampai di hotel Novotel, kita check in (nama pegawai hotelnya "Ekaterina" juga), mendapat beberapa barang ICPC, dan masuk kamar. Barang-barang yang diberikan adalah MP3 player, dadu ajaib, dan cabang USB. Hmm mewah sekali ya. Tidak lama kemudian, bus datang dan kita diarahkan untuk ke Cosmos, semacam tempat registrasi. Oh ya, ada yang lucu dengan hotel ini, silakan cek:
Lantai -1

Barangkali karena miskomunikasi dari panitia, kita masih harus menunggu 2 jam. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari makan, karena belum makan yang layak sejak pagi. Salah satu panitia bernama Viktoria ditugaskan menemani kita untuk mencari makan. Tadinya kita hendak mencari makanan yang pasti halal, seperti McD atau KFC. Untungnya, di tengah perjalanan kita menemukan Doner Kebab dan memutuskan untuk makan di sana.
Makan kebab

Selama makan, Pak Denny dan kita berbincang-bincang dengan Vika (panggilan dari Viktoria). Dia banyak bercerita tentang kehidupan di Russia, makanan, cuaca, iklim, dan industri. Dia juga menanyakan beberapa hal yang tidak ada di Russia kepada kita, seperti bagaimana rasanya buah naga, dan buah-buahan tropis. Selesai makan, kita ditemani Vika berkeliling sungai di depan Cosmos. Kita berjalan-jalan sambil melihat keadaan sekitar dan berbincang-bincang. Sinar mataharinya sangat terang, saya sulit membuka mata. Curangnya orang-orang bule ini matanya biru, sehingga lebih terbiasa dengan keadaan demikian.

Sungai depan Cosmos, lihatlah betapa indahnya langit di Ekaterinburg

Kami kembali ke Cosmos dan ternyata masih belum bisa registrasi. Namun, ternyata sudah mulai disediakan makan malam. Kami makan lagi dan menganggapnya makan malam, meskipun masih jam 6 sore. Saya makan daging ikan salmon yang jarang saya makan dan kue-kuean. Ada banyak minuman aneh, salah satunya cowberry juice.

Oh ya, foto saya ada dipajang di spanduk besar chillzone (area bersantai)!
Foto saya yang terpilih untuk dipajang

Setelah kenyang, kita registrasi dan melewati proses yang panjang. Ada setidaknya 12 counter yang perlu didatangi satu per satu. Mulai dari fotokopi KTM dan passport, menandatangani berkas pernyataan, mengambil nametag, mengambil tas, pakaian, foto, dan sebagainya. Meskipun panjang, prosesnya tidak ribet dan dilayani dengan sangat-sangat-SANGAT ramah. Rasanya menyenangkan sekali disambut dengan baik oleh mereka, berbeda sekali dengan pelayanan sipil di Indonesia :(. Kami pun melengkapi pendaftaran, dan langsung berfoto-foto.

Tidak terasa waktu sudah sampai jam 20.30, dan bus terakhir ke hotel adalah 21.00. Sebelum menuju ke tempat pemberhentian bus, orang bule dari Afrika Selatan meminta bantuan kita untuk melengkapi quest dia. Kita perlu mencari 3 orang dari berbeda negara dan mengatakan nama dan asal universitas kita. Saya setuju untuk membantunya, lumayan juga untuk berkenalan. Dia menargetkan orang yang sedang duduk untuk diajak, karena butuh 1 orang lagi. Sayangnya orang yang duduk itu kurang berminat, dan saya menyarankan untuk mengajak orang Vietnam yang sedang di ujung gedung. Mereka setuju dan jadilah video untuk quest tersebut. Kami kemudian menyebut orang bule Afrika Selatan itu "making friends guy".

Kami pulang ke hotel, berberes, merencanakan hari esok, lalu tidur. Rasanya lelah sekali dan mengantuk. Matahari masih bersinar padalah sudah jam 11 malam.
Jam 23.00!

Hari 5

Hari ini saya bangun jam 6, langsung mandi dan bersiap-siap untuk sarapan. Sarapan hotelnya tidak terlalu beragam, tetapi lumayan mengenyangkan. Kami bertemu dengan tim Binus yang baru sampai kemarin malam jam 01.00 (malam? night doesn't even exist here...). Oh ya, dresscode yang kita setujui hari itu adalah batik, meskipun banyak tim lain yang hanya memakai kaos.
Pamer batik

Bus berangkat pukul 08.30, dan sampai di Cosmos jam 09.00. Kita diarahkan untuk masuk ke hall untuk techtrek, yaitu presentasi dari IBM. Presentasinya adalah tentang teknologi yang dinamakan Watson, sebuah perwujudan dari computational cognitif. Watson mampu memproses bahasa manusia yang diucapkan, lalu memberikan respon seperti bergerak (jika punya lengan), atau menjawab pertanyaan. Kabarnya, Watson mengalahkan 2 orang champion dalam kuis semacam cerdas cermat. Presentasi ini berlangsung cukup lama, selesainya pukul 12.
Techtrek

Setelah presentasi, kita diarahkan untuk makan siang. Makanannya berlimpah, meskipun tidak terlalu beragam. Setelah makan, kita bisa bebas beraktivitas di "chillzone" sampai jam 16.00. Macam-macam aktivitas di chillzone adalah: checker raksasa, angry bird dunia nyata, mobil radio kontrol, grafiti, dan internetan. Saya mengantri untuk mobil radio kontrol, karena seumur-umur saya belum pernah memilikinya/memainkannya. Sayangnya menunggu gilirannya sangat lama! Orang-orang tidak mau gantian dan bermain sampai baterainya habis (+- 15 menit). Akhirnya setelah menunggu selama 30 menit, saya mendapat giliran bermain. Rasanya kepingan masa kecil saya sudah bertambah lengkap. Setelah main radio kontrol, saya dan Aji bermain angry bird dan checker raksasa.
Macam-macam aktivitas di chillzone

Variasi kegiatan di chillzone ini tidak banyak, jika dibandingkan dengan "variety for fun" pada IOI 2011 (kapan ya bisa saya ceritakan? Nantikan di blog ini ;)). Akhirnnya pukul 15.00 saya, Ashar, dan Aji masuk ke dalam ruangan untuk chillin'.

Pukul 16.00, acara pembukaan dimulai. Kita kembali ke dalam hall, dan acara dibuka dengan permainan orkestra. Saya pernah menonton nodame cantabile (anime & drama tentang orkestra), lalu mendengar lagu simfoni Beethoven nomor 7 yang panjangnya 41 menit sambil coding, tetapi mendengarkan orkestra secara langsung SUNGGUH berbeda! Meskipun saya bukan orang yang mengerti musik, rasanya begitu menyenangkan mendengar pemainan mereka, saya sungguh menikmatinya! Ada juga acara hiburan seperti tarian kaum petani+buruh+bisnis, tarian sendok kayu (tradisional), dan penampilan cheerleader dari UrFU (Ural Federal University, host WF tahun ini). Sebagian besar acara diisi dengan pemberian penghargaan kepada orang-orang besar ACM dan ICPC, yang sudah mengabdi bertahun-tahun. Meskipun sambutan dari mereka singkat, padat, jelas, dan menarik, tetapi terlalu banyak yang memberikan sambutan! Saya sempat kebosanan dengan acaranya. Hiburan lain yang tidak terduga adalah permainan drum yang diisi oleh 2 orang drummer, 1 gitaris listrik, dan 1 DJ. Permainan mereka sangat membuat orang bersemangat dan spektakuler! Kata Aji: "banyak orang tua di depan, nanti mereka jantungan".

Orkestra ini ternyata memainkan lagu "ICPC Fanfare"

Permainan drum super luar biasa, sayangnya tidak saya rekam :(

Tanpa terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 18.30, dan kita diarahkan untuk makan malam. Sesudah makan malam, kita diperbolehkan untuk beraktivitas di chillingzone. Sayangnya kita sudah cukup beraktivitas di sana dan ingin pulang saja. Sehingga kita pulang ke hotel pukul 20.00.

Hari esok adalah gladiresik + practice session. Jadi perlu istirahat dan lebih mempersiapkan diri.

Hari 6

Pagi-pagi bangun jam 7, langsung pergi sarapan. Jam 8, langsung naik bus ke tempat kompetisi yang tidak jauh dari Cosmos. Tempat kontesnya adalah stadion olah raga yang disulap menjadi stadion programming, lengkap dengan "lapangan coding", "kursi penonton", dan "meja wasit". Sebelum practice session dimulai, Bill Poucher, direktur ICPC yang ternyata ramah blusukan ke tengah peserta. Pak Bill kemudian menawarkan foto bersama piala ICPC dengan tim dari tiap universitas. Kami tim UI sempat mendapatkan foto tersebut.

Foto dengan piala

Setelah itu, practice session dibuka dengan banyak penjelasan teknis. Saat mobilisasi ke dalam stadion programming, ada kejadian yang langka saya lihat di Indonesia: para petinggi blusukan. Orang-orang berambut putih itu menjadi panitia dalam pelaksanaannya, mereka mengatur tempat duduk, mengatur balon, printer, dan sebagainya. Bill Poucher sendiri juga menyapa TIAP tim dan berkata "Glad to have you here, good luck" sambil "memeluk" setiap tim. Seorang ibu-ibu bule juga menghampiri kami dan berkata "selamat datang". Jarang sekali ada orang-orang besar yang turun ke lapangan dan mau bekerja seperti itu di Indonesia. Menurut Ashar, bisa dibilang komunitas ICPC ini seperti TOKI, dalam skala yang lebih besar. Bill Poucher dan petinggi lainnya bisa dianggap analog dengan para pembina TOKI, yang melayani bukan karena kewajiban, tetapi karena passion.

Practice session dimulai dan waktunya 2 jam 30 menit. Soal-soal yang ada adalah soal WF tahun-tahun sebelumnya, sebanyak 5 soal. Ada 1 soal mudah, yang ditemukan Aji dan langsung diselesaikan Ashar. Selagi itu, saya menyerahkan soal greedy aneh kepada Aji dan berpikir untuk soal lain. Saya mendapatkan idenya, tetapi kompleksitasnya agak mepet dengan time limit. Dengan anggapan dapat bekerja karena kecepatan CPU juri cepat, maka saya pindah untuk berpikir soal lain. Pada saat yang sama, Ashar AC soal mudah itu dan Aji mulai coding soal greedy aneh itu. Saya dan Ashar berdiskusi untuk 1 soal terakhir yang belum pernah kita selesaikan sebelumnya. Setelah mendapatkan idenya, Aji mengumpulkan solusi soal greedy aneh dan mendapat AC. Selanjutnya tinggal 2 soal lagi, yang belum kita selesaikan. Ide untuk kedua soal itu sudah didapatkan, tinggal dicoding. Di tengah2 coding, Ashar dan saya mendapat lubang pada algo yang digunakan, sehingga Ashar dan Aji beralih menambal lubang tersebut dan saya coding 1 soal yang saya temukan idenya. Pada akhirnya, kedua soal itu tidak berhasil diselesaikan dan hanya kurang sedikit observasi saja. Cukup disayangkan, tetapi saya anggap saja sebagai pemanasan untuk kompetisi di hari esok.

Setelah selesai, kita makan siang dan ada sesi penjelasan teknis lebih lanjut dari juri. Setelah itu, coach ada pertemuan hingga sore, dan kami dibebaskan untuk beraktivitas di chillzone. Chillzone kali ini diwarnai lebih banyak permainan, seperti engrang, lompat jauh, lempar cincin, voli, dsb. Saya bermain engrang, dan mendadak langsung bisa. Kemudian juga bermain lompat jauh dan mengalahkan rekor hingga 2x lebih jauh. Sayangnya tidak lama kemudian seorang bule tinggi mengalahkan rekor saya dan saya tidak sanggup mengalahkannya. Saya juga bermain "dolphin hoop" yang dijaga oleh panitia cantik.


Aji dan Ashar belajar engrang

Angry bird

Ashar dan Misof

Panitia yang cantik, elegan, dan memesona

Setelah jam 4 tiba, kita kembali ke hotel dan chillin'. Kembali lagi ke Cosmos untuk makan malam. Setelah makan malam, kita diajak MC untuk menonton atraksi freestyle bola dan senam. Kita juga menemukan hidden dungeon yaitu "IBM chilling zone", yang berisi banyak es krim, pop corn, dan minuman. Kita cukup menikmati kegiatannya, tetapi tidak sampai selesai. Saya juga memenangkan tantangan "dolphin hoop" yang dijaga panitia cantik, dan mendapatkan hadiah berupa mainan sepatu Ekaterinburg. Jam 8 "malam" kita pulang ke hotel dan istirahat.

Saya menonton beberapa video pembahasan ICPC tahun lalu, dan ngobrol dengan Pak Denny dan teman-teman. Setelah itu membangun motivasi untuk besok, dan tidur.

Hari 7

Bangun jam 6.30, langsung bersiap-siap untuk turun lengkap dengan seragam ICPC. Kami sarapan, lalu berangkat jam 8 ke stadion programming. Di sana, Bill Poucer kembali blusukan seperti biasa dan peserta boleh bersiap-siap sesuka hati. Saya berjalan-jalan mengelilingi lobi, dan bertemu panitia cantik yang menjaga doplhin hoop. Karena saya menang tantangan dia, saya memutuskan untuk berfoto dengan dia.
Foto dengan panitia cantik, elegan, dan memesona

Kontes dimulai jam 10, dan kami bersiap-siap sebaik mungkin. Soal yang dihadapi ternyata sangat sulit! Jauh lebih sulit dari regional dan tidak ada yang namanya soal bonus. Ada soal yang kita investasikan untuk berpikir, tetapi ternyata itu soal sulit (tidak ada yg ac sampai akhir kontes). Soal yang kita rasa pasti benar juga ternyata TLE. Setelah berjam-jam stuck, akhirnya kita berhasil ac soal D di jam akhir. Kami sempat stress, khawatir tidak menyelesaikan soal apapun. Namun berkat dark chocolate Aji 85%, saya bisa menenangkan diri dan tetap melanjutkannya.

Workstation kami, foto oleh Pak Denny

Yah, kita memang terbantai. Saya benar-benar lemas karena merasa kemampuan saya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kontestan lain. Perasaan saya bercampur aduk, antara harus sedih atau tetap bangga karena telah berjuang sebaik mungkin. Karena itulah saya tidak bercerita banyak kejadian saat kami kontes. Setelah berbincang-bincang dengan Pak Denny dan teman-teman, rasanya lebih baikan. Acara selanjutnya adalah penutupan di Cosmos.

Penutupan dibuka dengan permainan piano, penyerahan piagam world final tahun 2015 di Moroko, permainan drum marching band yang sangat kompak dan menawan, dan diakhiri dengan pengumuman & penghargaan. Kita diputarkan kembali kejadian selama 1 jam terakhir lengkap dengan perubahan ranking yang membuat deg-degan (bagi tim di peringkat atas). Tim UI akhirnya berada di posisi 98, solve 1 soal. Mungkin bila saya berhasil mengimplementasikan algoritma Aji untuk soal K, tim kita bisa solve 2 (maafkan saya teman-teman). Acara berlangsung sangaaaat spektakuler, dan membuat saya benar-benar terharu. Baik dari sisi konten acara, penampilan, dan keramahan panitia-panitianya. Rasanya sulit membandingkan apakah IOI 2011 atau ICPC WF 2014 yang lebih menyenangkan.

Secara mengejutkan juga, tim-tim Asia berada di peringkat bawah. Seperti tim Vietnam, beberapa tim Jepang, Cina, dan Jepang. Setelah saya dan teman-teman + Pak Denny berbincang-bincang, mungkin karena tipe soalnya yang jauh berbeda dengan yang biasa kita hadapi di Regional. Sudah bukan zamannya lagi soal tentang struktur data segment tree, graph, DP, tree, dsb. Semuanya sudah persoalan yang kompleks dan "aneh", terutama soal-soal geometri dan matematiknya.
Saya merasa memiliki kewajiban untuk lolos di WF tahun depan, dan mendapat peringkat yang lebih baik. Saya rasa saya akan belajar lebih serius lagi, dan memanfaatkan kesempatan terakhir saya di tahun terakhir kuliah. Semoga untuk ke depannya, saya bisa membawa Indonesia (dan UI) ke taraf yang lebih tinggi lagi di dunia internasional.

Selesai penutupan, kami makan malam. Saya menikmati es krim, gula-gula kapas, dan makanan Ekaterinburg untuk terakhir kalinya. Saya juga sempat berfoto dengan Derek Kisman (SnapDragon).
Suasana penutupan

Saya dan Derek Kisman

Kami kembali ke hotel lebih awal, dengan berjalan kaki sekitar 20 menit. Kita cukup menelusuri Red Line (benar-benar ada garis merah di jalan) untuk sampai ke hotel. Red Line ini seperti rute umum yang digunakan untuk jalan-jalan dan wisata di Ekaterinburg, kebetulan melintasi Novotel. Sepanjang perjalanan, saya melihat-lihat suasana kota Ekaterinburg yang ternyata berbeda dengan Moscow. Kota ini benar-benar indah, rapi, dan nyaman untuk ditinggali. Setelah mengunjungi Moscow dan Ekaterinburg, saya benar-benar merasa Indonesia masih jauh dari yang namanya "negara".


Jalan-jalan menelusuri Red Line

Follow the Red Line they said... You will arrive in hotel they said...

Kebetulan lewat di depan Ural Federal University

Sesampainya di hotel, saya mencoba fasilitas sauna bersama Pak Denny di lantai -1. Saunanya dalam bentuk mandi uap. Saya berkeringat banyak, dan rasanya sudah lama sekali tidak sauna. Percaya tidak percaya, saya juara berendam air panas di pemandian air panas Ciater, Bandung, ketika karyawisata bersama teman-teman.

ICPC WF telah berakhir, hari-hari berikutnya akan diisi dengan perjalanan kembali ke Indonesia. Saya juga sudah perlu mulai membantu urusan OSN, persiapan Gemastik, dan Pelatnas. Tidak lupa juga kerja praktek (magang) sesuai tuntutan fakultas. Rasanya hari-hari esok akan menjadi hari yang sibuk! Oh ya, memasuki semester ganjil berarti saya sudah harus mempersiapkan untuk ICPC Regional kembali. Masa-masa kembali ke dunia nyata tidak akan lama lagi.

Lanjut ke bagian 3.

No comments :

Post a Comment